Meningkatkan Wawasan Dengan Berbagi Pengetahuan

Minggu, 22 Desember 2013

Bali Dwipa, the Island of God



Sukreni  'Gadis Bali' di Pura Luhur Tanah Lot, Bali.

Selain dikenal sebagai Pulau Dewata –the Island of God, Bali juga dikenal luas sebagai Pulau Sejuta Pura –dimasa silam nama pulau ini adalah: Balidwipa. Sebagai bentuk ketaatan warga Bali terhadap ajaran Hindhu yang diyakininya, di setiap keluarga memiliki pura kecil di sudut rumah yang berfungsi sebagai tempat sembahyang rutin harian untuk semua anggota keluarga. Selanjutnya di tingkat banjar –kampung juga memiliki pura agung sebagai tempat sembahyang besar untuk seluruh warga dalam rangka ibadah rutin –terlebih lagi pada upacara peringatan hari suci ataupun hari raya.

Danu Beratan dan Pura Ulun Danu Beratan
Danu Beratan –Danau Bratan dan Pura Ulun Danu terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Terbentang di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar-Singaraja serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Karya –merupakan satu-satunya kebun raya di Bali. Daerah pegunungan di Bedugul memiliki udara sejuk dan nyaman untuk menikmati keindahan Danau Beratan –merupakan danau terbesar kedua di Bali dan Pura Ulun Danu. Bedugul di Kabupaten Tabanan –sekitar 18 kilometer sebelah Utara Denpasar, merupakan dataran tinggi sekitar 850 meter dari permukaan laut. Bedugul bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau sewaan kurang lebih selama 1 jam dari pusat kota Denpasar ke arah Utara. Sementara dari daerah wisata Kuta jaraknya kurang lebih 70 km, untuk menuju ke sana, kita akan melalui jalan berliku dan menanjak namun pemandangannya sungguh mengagumkan.
Danu Bratan dan Pura Ulun Danu Bratan, Bedugul.
Danau Bratan ini adalah danau terluas kedua di Bali setelah Danau Batur, sekaligus berfungsi sebagai sumber mata air irigasi bagi sawah para petani –Subak. Selain itu, Danau Beratan dikenal sebagai danau "gunung suci". Menurut legenda yang dipercayai oleh masyarakat Bali, sebenarnya Danau Bratan ini merupakan danau yang terbesar di pulau Bali awalnya. Namun pada suatu ketika terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat dan akhirnya danau Bratan ini terbagi menjadi tiga bagian: Bratan; Tamblingan; dan Buyan. Nama “Bratan” diambil dari kata “Brata” yang berarti mengendalikan diri dengan menutup sembilan lubang kehidupan. Kata-kata “Brata” ini dapat kita jumpai dalam istilah “Tapa Brata” yang memiliki arti bersemedi atau bermeditasi untuk mencapai ketenangan agar dapat manunggal dengan alam dan berkomunikasi dengan Yang Maha Gaib.
Pura Ulun Danu Bratan, Bedugul Tabanan - Bali.
Sementara itu, Pura Ulun Danu –terletak di pinggir Danau Beratan, di percaya sebagai tempat bersemayamannya Dewi Sri –dewi kesuburan. Pura Ulun Danu Bratan atau Bratan Pura merupakan sebuah candi di atas air berusia tua di Bali. Selain tempat bersemayamnya Dewi Sri, Pura Ulun Danu merupakan sebuah bangunan suci umat Hindu yang dibangun untuk memuja Sang Hyang Dewi Danu. “Danu” sendiri adalah bahasa lokal Bali yang berarti “Danau”. Sedangkan “Bratan” adalah nama dari danau yang terletak di dataran tinggi Bedugul ini. Candi ini sebenarnya digunakan untuk upacara persembahan Dewi Danu yaitu dewi air, danau, dan sungai. Sebagai salah satu ikon pulau Bali, kita pasti mengenal pura suci ini, setidaknya dapat melihatnya dari gambar uang kertas Rp 50.000,00.
Pura Ulun Danu Bratan di uang kertas Rp 50.000,00
Menurut Babad Mengwi, bahwa I Gusti Agung Putu –pendiri kerajaan Mengwi mendirikan Pura di pinggir Danau Beratan pada hari Anggara Kliwon Medangsia tahun Saka Sad Bhuta Yaksa Dewa, yaitu: tahun caka 1556 atau 1634 Masehi. Itulah sebabnya, nama Pura Ulun Danu diambil dari danau di atas nama Pura tersebut didirikan yaitu Danu Beratan Bedugul Bali. Semenjak pendirian pura tersebut, termasyurlah kerajaan Mengwi, dan I Gusti Agung Putu digelari oleh rakyatnya sebagai I Gusti Agung Sakti. Pura Ulun Danu Beratan terdiri dari 4 komplek pura yaitu: Pura Lingga Petak, Pura Penataran Pucak Mangu, Pura Terate Bang, dan Pura Dalem Purwa, berfungsi untuk memuja keagungan Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Tri Murti, guna memohon anugerah kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan manusia dan lestarinya alam semesta.
Danu Bratan - Danau Bratan, Danu Beratan - Danau Beratan, Bedugul Bali.
Pura Ulun Danu Bratan, Bedugul, Tabanan - Bali.

Pura Uluwatu
Pura Luhur UluwatuPura Uluwatu, merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung. Adapun nama Uluwatu sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang merupakan gabungan dari dua kata, yaitu: ulu –bermakna: Hulu atau Puncak dan watu –berarti: Batu. Dan memang, Pura Luhur Uluwatu terletak pada sebuah puncak bukit batu karang yang memiliki tebing terjal dengan ketinggian sekitar 95-97 meter di atas permukaan air laut. Namun sebelum perjalanan puncak sampai di Uluwatu, sepanjang perjalanan searah menuju Uluwatu, kita melintasi Desa Pecatu, Garuda Wisnu Kencana, Pantai Dreamland, Balangan dan Pantai Pandawa –sebuah tempat baru dalam suguhan pesona alam eksotik. Memang kawasan Selatan ini tergolong kaya dengan tempat-tempat dengan keindahan yang tak terbantahkan. Pura yang terletak di ujung Barat Daya Pulau Bali dan berdiri di atas anjungan batu karang yang terjal tinggi serta menjorok ke laut ini, merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama: Empu Kuturan –menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu: Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.
Pura Luhur Uluwatu, Pecatu Badung - Bali.
Uluwatu, Bali.
Uluwatu, Pecatu - Bali.
Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut: Alas Kekeran –berfungsi sebagai penyangga kesucian pura. Wilayah suci Kekeran ini berada dalam radius kurang lebih lima kilometer. Pura Uluwatu mempunyai beberapa Pura Pesanakan/Prasanak –yaitu pura yang erat kaitannya dengan pura induk. Yang termasuk pura pesanakan/prasanak atau Jajar Kemiri tersebut yaitu: Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hari-hari Piodalan-nya. Hari Piodalan di Pura Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat, jatuh pada hari Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari –siklus 210 setiap tahunnya. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah: Dewa Rudra –namun kini, pemujaan terhadap dewa lain juga dilakukan. Dalam kepercayaan Hindu, manifestasi Tuhan: Utpatti Bhagawan Brahma; stithi Wisnuh tathewaca; Pralina Bhagawan Rudrah, trayastre lokya sranah –sebagai Dewa Brahma menjadi pencipta Utpati, sebagai Dewa Wisnu menjadi pemelihara atau Stithi dan sebagai Dewa Rudra menjadi pemralina. Tuhan dalam wujud tiga Dewa itulah yang menjadi pelindung bumi. Pura Uluwatu menjadi semakin terkenal karena tepat di bawahnya adalah Pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar, bahkan even internasional.
Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu.
Menurut Lontar Kusuma Dewa, Pura Luhur Uluwatu ini didirikan atas anjuran Mpu Kuturan sekitar abad ke-11. Pura ini merupakan salah satu dari enam Pura Sad Kahyangan yang disebutkan dalam Lontar Kusuma Dewa. Pura yang disebut sebagai Pura Sad Kahyangan tersebut, yakni: Pura Besakih, Pura Lempuhyang Luhur, Pura Goa Lawah, Pura Luhur Uluwatu, Pura Luhur Batukaru dan Pura Pusering Jagat. Sementara itu, dalam Lontar Padma Bhuwana disebutkan juga tentang pendirian Pura Luhur Uluwatu sebagai Pura Padma Bhuwana oleh Mpu Kuturan pada abad ke-11. Pura Luhur Uluwatu didirikan berdasarkan konsepsi Sad Winayaka dan Padma Bhuwana. Sebagai pura yang didirikan dengan konsepsi Sad Winayaka, Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu dari Pura Sad Kahyangan untuk melestarikan Sad Kertih (Atma Kerti, Samudra Kerti, Danu Kerti, Wana Kerti, Jagat Kerti dan Jana Kerti). Sedangkan sebagai pura yang didirikan berdasarkan Konsepsi Padma Bhuwana, Pura Luhur Uluwatu didirikan sebagai aspek Tuhan yang menguasai arah Barat Daya –arah Barat Daya dalam sistem pengider-ider Hindu Sekte Siwa Sidhanta, adalah: Dewa Siwa Rudra. Pemujaan Dewa Siwa Rudra adalah pemujaan Tuhan dalam memberi energi kepada ciptaannya.
Pantai Pecatu, Bali.
Di lokasi Pura Luhur Uluwatu, setiap harinya diadakan pertunjukan Tari Kecak dengan diiringi oleh kelompok penari laki-laki berjumlah sekitar 50 orang, dengan latar belakang sunset sehingga menjadikannya sebagai sebuah pertunjukan spektakuler. Kita bisa melihat bola bundar –matahari dengan rona jingga kemerahan ini seolah tenggelam ditelan samudera Indonesia di ujung cakrawala di sebelah Barat.
Pura Luhur Penataran Tanah Lot, Bali.

Pura Luhur Tanah Lot
Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan –sekitar 13 km Barat Tabanan. Di sebelah Utara Pura Tanah Lot Pura Tanah Lot memiliki nama lain, yaitu: Pura Pakendungan, terdapat sebuah Pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan –melengkung. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam –sunset, turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini.
Pura Luhur Tanah Lot, Bali.
Tanah Lot, Pulau Dewata - Bali.
Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan dan merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang Brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha Tuan Semeru yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Kedatangan Danghyang Nirartha ke Desa Beraban konon karena mengikuti petunjuk sinar suci yang memancar dari arah Tenggara. Sinar ini ternyata menuju sebuah mata air suci yang di dekatnya terdapat sebuah batu karang yang berbentuk burung –masyarakat setempat menyebutnya: Gili Beo, yang berarti tanah atau batu karang yang menyerupai burung. Di tempat ini, bersama para pengikutnya Danghyang Nirartha melakukan meditasi dan pemujaan kepada Dewa Penguasa Laut sembari menyebarkan agama Hindu kepada masyarakat setempat. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraban Sakti, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Beraban menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai –bukan ke tengah laut dan membangun pura di sana. Batu karang yang dipindahkan inilah yang kemudian disebut tanah lot, atau tanah di tengah laut. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraban Sakti, 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha. Oleh karena kesungguhannya, Danghyang Nirartha kemudian memberikan sebuah keris suci yang dikenal dengan nama ”Jaramenara” atau Ki Baru Gajah kepada Bendesa Beraban Sakti. Saat ini, keris keramat itu disimpan di Puri Kediri dan diupacarai setiap Hari Raya Kuningan. Ritual Odalan atau hari jadi Pura Tanah Lot, diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan, tepatnya pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir. Saat itu, orang yang sembahyang akan ramai bersembahyang di Pura Tanah Lot ini.
Pura Luhur Tanah Lot, Bali.
Pura Luhur Tanah Lot, Bali.
Di sekitar Pura Tanah Lot, masih ada daya tarik lainnya, yaitu: sumber air tawar dan ular suci. Sumber air tawar yang disebut Tirta Pabersihan ini merupakan air suci yang dikeramatkan. Keberadaan sumber air tawar ini tentu saja mengundang decak kagum, sebab di tengah deburan air laut yang asin, ternyata ada sumber air tawar yang dapat digunakan oleh para pengunjung maupun umat Hindu untuk menyucikan diri. Di tempat ini, para pengunjung dapat mencuci muka atau anggota badan lainnya sembari memanjatkan doa. Konon, dengan cara itu permohonan akan terkabulkan. Daya tarik lainnya adalah ular suci yang menurut cerita merupakan ciptaan Danghyang Nirartha sebagai ular penjaga pura. Wisatawan dapat melihat atau memegang ular ini sambil meletakkan uang receh atau uang koin. Meskipun termasuk ular beracun, namun wisatawan tak usah khawatir karena ular ini tak pernah membahayakan para pengunjung. Pada waktu melihat atau memegang ular ini, wisatawan juga bisa melakukan permohonan.
Pura Luhur Tanah Lot, Bali.
Disamping Pura Tanah Lot yang terkenal itu, juga ada obyek wisata lain seperti Karang Bolong. Bolong dalam bahasa Jawa berarti: lubang, jadi Karang Bolong adalah sebuah karang yang bagian bawah atau tengahnya berlubang sehingga terlihat unik bila dipandang. Di ujung Utara obyek wisata tersebut juga ada sebuah tempat untuk pertunjukan kesenian khas Bali seperti tari Kecak. Sepanjang jalan menuju lokasi pantai atau pura Tanah Lot, berjejer stand-stand penjual pernak-pernik khas Bali, ada juga restoran atau rumah makan di sana. Bila ingin coba-coba hal lain, Tato temporer bisa jadi pilihan kita. Dengan harga bervariasi tergantung ukuran, kita bisa menghiasi bagian tubuh kita dengan Tato yang cukup keren.
Tato 'Semut Lagi Push-Up' di Pura Luhur Tanah Lot.

Pecatu Beach Resort (Dream Land, The Next Kuta Beach)
Objek wisata pantai Dreamland berada di daerah bernama Pecatu. Lokasinya masih di Selatan pulau Bali, Jimbaran dekat dengan Garuda Wisnu Kencana ini memang memiliki keindahan yang menyamai Kuta dan malah lebih unik dari Kuta, banyak yang bilang The Next Kuta Beach, tempatnya jauh lebih indah dengan suasana lebih sepi pengunjung. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi serta dikelilingi batu karang yang besar di sekitar pantainya. Pantai berpasir putih ini, terletak di bawah tebing yang terjal menciptakan pemandangannya yang begitu memukau. Keunikan panorama ini menjadi incaran juga para pemain selancar, selain bisa berenang menikmati jernihnya air, juga keindahan sunset menggoda setiap pengunjung, menikmati alam yang indah, damai dengan alunan deburan ombak, yang tak kenal lelah. Lokasi pantai ini berada dalam kompleks Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) yaitu sekitar 30 menit dari pantai Kuta.
Dreamland, Pecatu.
Dreamland Beach, Pecatu.
Pantai Dreamland, Pecatu.
Pantai Tanah Impian, Pecatu.
Sebelum bernama Dreamland, dulunya di area ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan objek wisata. Namun proyek tersebut terhambat dan terbengkalai sedangkan para penduduk Desa Pecatu yang hidup sebagai petani sangat berharap proyek selesai dan mereka bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena itulah lahan disekitar pantai disebut dengan Dreamland –tanah impian.

Peta Wisata Bali



***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar